Jumat, 25 Februari 2011

Teknologi Militer Modern Di Zaman Khilafah Islam!

Masa awal pemerintahan Islam, jihad sebagai metode mendasar penyebaran dakwah Islam telah menjadi bagian penting dari upaya membangun kekuatan Daulah (Negara) Islam atau lebih dikenal dengan Khilafah Islamiyah. Jihad adalah perang di jalan Allah untuk meninggikan kalimat Allah. Oleh sebab itu diperlukan persiapan baik logistik, formasi perang, strategi, komandan dan para pasukan serta persenjataan. Persenjataan mengharuskan adanya industry militer yang canggih dan lengkap.

Kewajiban ini dipahami menurut dalâlah iltizâm atau kaidah mâ lâ yatimmu al-wâjib illâ bihi fahuwa wâjib (suatu kewajiban yang tidak akan sempurna kecuali dengan adanya sesuatu maka sesuatu itu menjadi wajib hukumya). Jadi, mendirikan industri militer/perang wajib hukumnya berdasarkan mafhum dari dalil tersebut.

Berikut ini adalah beberapa persenjataan yang digunakan oleh para mujahidin dalam menyebarkan Dakwah Islam ke penjuru dunia,   

1. Manjaniq (Swing-beam)


Manjaniq pertama kali digunakan oleh kaum Muslim pada peristiwa pengepungan Bani Thaif. Adalah Salman Al-Farisi -seorang Persia yang masuk Islam di masa Rasulullah Saw- orang pertama yang memproduksi senjata ini atas perintah Nabi Saw. Manjaniq merupakan mesin balok pengayun yang dioperasikan oleh orang-orang yang menarik tali pada satu sisi balok sehingga ujung yang lain akan berayun sangat kuat dan menembakkan misil dari tali yang menempel pada ujungnya.
Manjaniq sebenarnya telah dikenal sebelum masa penaklukan Islam. Bangsa Avar pernah menggunakannya pada penyerbuan Thessalonica di tahun 597 M. Bahkan mesin pelontar ini dipercayai dicipta pertama kali oleh China antara abad ke-5 dan ke-3 SM, dan sampai ke Eropa sekitar 500 M. Lalu pada masa pemerintahan Islam, Salman mengusulkannya kepada Nabi Saw sebagai senjata perang, seperti yang diriwayatkan dalam Sirah al-Halabiyah.

“Hingga pada hari pecahnya dinding benteng Thaif,” demikian Ibnu Hisyam meriwayatkan dalam kitab Sirah-nya, “Sekelompok sahabat Rasulullah Saw masuk ke dalam bawah dababah, lalu mereka berusaha masuk ke dalam dinding benteng Thaif agar mereka bisa membakar pintu benteng. Bani Tsaqif lalu melemparkan potongan-potongan besi yag telah dipanaskan dengan api sehingga membakar dababah yang ada dibawahnya, kemudian Bani Tsaqif melempari mereka dengan anak panah sehingga beberapa orang gugur.”
Atas usulan Salman ini, Nabi Saw langsung mengangkatnya sebagai mudir untuk mengelola industri militer dan memproduksi manjaniq untuk memperkokoh kekuatan pasukan artileri yang dipersiapkan untuk terjun ke medan tempur.

2. Pedang Damaskus (Sword of Damascus)

Dihiasi dengan ornamen garis bergelombang, lentur, ringan, dan mampu menembus baju zirah, menjadikan pedang damaskus salah satu senjata perang paling bersejarah. Pedang ini diproduksi di Damaskus pada abad ke-12 M. Eropa lalu mencoba membuat yang serupa dengannya, namun hingga saat ini masih belum mampu meniru 100%. Bahkan dengan teknologi metalurgi sekalipun belum dapat membuat tandingan yang memiliki ketajaman yang sama dengan Pedang Damaskus ini.
Pedang yang pernah membuat gentar Pasukan Salib ini, memiliki semacam lapisan kaca di permukaannya. Sutra akan terbelah bila jatuh di atasnya. Pedang lain pun akan menemui nasib yang sama jika beradu dengannya. Tidak ada yang menyangka, bahwa ilmuwan Muslim telah menerapkan teknologi nano sejak seribu tahun yang lalu.
Selama ratusan tahun, tidak ada yang mengetahui rahasia kehebatan pedang tanpa tanding ini. Adalah John D. Verhoeven -seorang profesor metalurgi modern dari Iowa State University- yang berkolaborasi dengan Alfred H. Pendray, seorang tukang besi dari Florida, yang telah mencoba membuat pedang ini selama bertahun-tahun. Dari penerapan nanoteknologi bahan impurities (non-besi dan non-carbon) dalam adonan baja yang membentuk pola mirip aliran air yang dikenal dengan Multi Walled Carbon Nano Tube, barulah diketahui rahasia di balik kehebatan pedang damaskus ini.

3. Teknologi Pembuatan Mesiu (Gunpowder)

Tidak hanya mumpuni dalam seni membuat pedang, kaum Muslim juga mampu mengembangkan teknologi pembuatan mesiu. Walaupun senyatanya bubuk mesiu pertama kali ditemukan di Cina yang digunakan sebagai alat pembakaran pada abad 9 M, dua abad sebelumnya seorang ahli kimia Muslim Khalid bin yazzid telah mengenal lebih dulu potassium nitrat (KNO3), bahan utama pembuat mesiu.
Eropa baru mengenal mesiu setelah dibawa oleh pasukan Mongol pada tahun 1240 M, Dan selanjutnya dikembangkan menjadi bahan peledak, misalnya untuk mendorong peluru, kemudian seabad setelahnya disempurnakan menjadi senjata api.

Jauh sebelum Eropa mengembangkan teknologi pembuatan mesiu, ilmuwan-ilmuwan Muslim telah lebih dulu mencobanya. Banyak ilmuwan Muslim yang menguasai teknik pemurnian potassium, sebuah teknik yang tak diketahui oleh orang-orang Cina. Jabir Ibnu Hayyan (wafat tahun 815 M), Abu Bakar Al-Razi (wafat tahun 932), dan Hasan Al-Rammah adalah ilmuwan-ilmuwan Muslim yang telah menguasai teknik ini dan telah dijelaskan di dalam karya-karya mereka. Teknik pemurnian ini dilakukan agar potassium bisa digunakan sebagai bahan peledak.
Pemurnian potassium ini pernah diklaim Barat sebagai temuan Roger Bacon. Namun klaim ini dipatahkan sendiri oleh ilmuwan Barat lainnya yaitu Partington. Hasan Al-Rammah telah menjelaskan proses ini secara rinci di dalam karyanya Al-Furusiyyah wa Al-Manasib Al-Harbiyyah. Penguasaan Al-Rammah atas penggunaan bubuk mesiu sangat luar biasa. Ia telah berhasil menulis sebanyak 107 rumus atau resep penggunaan mesiu. 22 resep di antaranya diracik khusus untuk membuat roket.
  Saat Perang Salib meletus tahun 1249 M, Raja louis IX dan para pasukannya pernah merasakan kehebatan moncong meriam dan roket kaum Muslim. Betapa hebatnya dampak proyektil yang ditembakkan pasukan Muslim, membuat Raja Louis IX kewalahan dan akhirnya takluk. Peristiwa itu diakui sendiri oleh Jean de Joinville, salah seorang perwira tentara Perang Salib.

4. The Mohammed’s Al-Fatih Greats Gun


Inilah salah satu senjata paling fenomenal yang digunakan dalam perang paling menakjubkan sepanjang sejarah. The Mohammed’s Greats Gun, itulah sebutan senjata yang dibuat pada tahun 1942 ini . Meriam ini dibuat sebagai jawaban atas keinginan Muhammad al-Fatih untuk menjebol benteng pertahanan Kostantinopel.
“Aku dapat membuat meriam tembaga dengan kapasitas seperti yang Anda inginkan,” kata Orban -seorang ahli insinyur yang diundang Al-Fatih ke Adrianopel-, “Aku telah mengamati secara detail tembok di Konstantinopel. Aku tidak hanya akan memorakporandakan tembok itu dengan senjataku. Bahkan, tembok Babilonia pun akan hancur karenanya.”
Tentu saja hal ini disambut gembira oleh Muhammad Al-Fatih. Impian untuk mewujudkan bisyarah Rasulullah Saw (tentang takluknya Konstantinopel) sudah di depan mata. Maka dijalankanlah proyek tersebut. Dan senjata terbesar di dunia yang pernah ada pada masanya akhirnya berada dalam genggaman Muhammad Al-Fatih. Memiliki panjang 8,2 meter, diameter 76 cm, dengan berat 18,2 ton, meriam ini sanggup melontarkan bola besi padat berdiameter 70 cm dengan berat 680 kg sejauh 1,6 km.
Begitulah perhatian yang diberikan Khalifah pada masa Kekhilafahan masih berdiri. Pada saat itu, industry militer berkembang pesat. Tidak hanya militer, hampir di semua bidang, umat Islam unggul. Beda kan dengan masa ketika Islam tidak diterapkan, hampir di Negara2 yang mayoritas penduduknya muslim, kehidupan mereka begitu memprihatinkan.
Jika Umat Islam ingin meraih kemuliannya kembali, tidak ada cara lain selain dengan menerapkan hukum Allah dalam sebuah Negara Islam yaitu Khilafah. Dengan adanya Khilafah, semua hukum-hukum Allah diterapkan, inilah kewajiban kaum muslim yang paling mulia yaitu menegakkan kembali hukum Allah di setiap penjuru bumi milikNya.
Dari berbagai sumber.

Sabtu, 19 Februari 2011

cerdas memilih

Cerdas Memilih
      Salah satu ciri remaja putri yang sudah baligh adalah mengalami menstruasi setiap bulan. Semenjak itu, kebutuhan pokok mereka bertambah, yakni harus mengalokasikan dana untuk membeli pembalut. Sebagai Generasi yang cerdas, tentu remaja putri harus cerdas pula memilih pembalut mana yang sehat dan aman bagi organ reproduksi. Setiap orang tidak ingin sakit, apalagi sakit yang membahayakan organ penting kita bukan?
      Fakta yang penulis temui sungguh mengejutkan,
*     Jika menggunakan pembalut biasa, meski baru 2 jam pemakaian, terdapat sekitar 107 bakteri per millimeter persegi. Ini yang menyebabkan wanita mudah terjangkiti infeksi jamur, bakteri dan virus selama menstruasi.
*    Pembalut itu terbuat dari kertas bekas dan serbuk kayu/pulp yang diolah dengan bahan kimia berbahaya untuk memutihkannya dan membersihkannya.
*    The Tampon Safety and Research Act of 1999, H.R.890.U.S.A.1999 menyatakan bahwa zat dioxin dan serat sintesis yang terkandung dalam pembalut wanita dan produk sejenis beresiko tinggi terhadap kesehatan wanita, termasuk resiko terhadap kanker seviks, endometriosis, kanker ovarium, kanker payudara, penurunan system kekebalan tubuh, radang pelviks, sindroma syok keracunan dan lain lain.
Sungguh mengerikan bukan, tentu ini masuk akal, mengingat harga perbungkus pembalut paling mahal Rp.6000 untuk isi 10 pads, jadi Rp.600/pads. Belum dipotong biaya iklan (biaya produksi), berapa kira2 harga asli dari per padsnya????? Apakah mungkin dengan harga yang murah dapat produk dengan kualitas terbaik dan aman? Itulah mengapa kita harus cerdas memilih. Sekali lagi MEMAKAI PEMBALUT TDK BERKUALITAS = INVESTASI PENYAKIT.
      Bukan namanya manusia kalau tidak berfikir menemukan solusinya bukan? Saat ini, hasil inovasi manusia2 brilian telah menemukan CLOTH MENSTRUAL PAD. Bahan tekstil yang digunakan pada cloth menstrual pad, biasanya adalah :
a.  PUL (polyurethane laminate ) yang digunakan sebagai lapisan terluar : Bahan ini pada mulanya dikembangkan untuk kebutuhan medis. PUL bersifat lembut, lentur, dan yang paling penting adalah waterproof, alias tidak tembus air. Sehingga PUL akan mencegah kebocoran darah haid yang ditampung di dalam cloth menstrual pad. Uniknya, walaupun PUL ini bersifat waterproof, ia tetap breathable. Sehingga tidak mengganggu sirkulasi udara dan tidak menimbulkan kelembaban.
b.  Serat microfiber : bahan ini memiliki daya serap tinggi, sehingga pada cloth menstrual pad, ia difungsikan sebagai lapisan penyerap. Lapisan inilah yang akan menyerap dan menyimpan darah haid. Selain itu, keunggulan serat microfiber adalah hypoallergenic dan antibacterial. Jadi aman untuk kulit yang sensitif. Sifat antibacterialnya akan mencegah tumbuhnya bakteri.
c.   Microfleece : Bahan ini biasanya digunakan di lapisan teratas (yang bersentuhan langsung dengan kulit). Bersifat higly breathable, lembut, dan stain repellant (tidak suka noda). Microfleece juga tidak suka cairan, sehingga darah haid akan langsung diteruskan ke lapisan microfiber. Oleh karena itu permukaan microfleece akan tetap kering dan tidak lengket.
Pembalut kain modern sangat nyaman digunakan. Bahkan dari pengalaman saya, pembalut kain ini lebih nyaman dari pembalut kertas sekali pakai. Selain itu, rasa nyaman juga timbul karena pembalut kain tidak menggunakan zat kimia. Tidak bikin panas. Dan Alhamdulillah keluhan rasa ga enak pertanda mestruasi datang ga ada lagi.
Apa saja keuntungan menggunakan pembalut kain modern ? Keuntungan nya adalah :
*    Lebih sehat, karena bebas bahan kimia berbahaya
*    Nyaman, karena terbuat dari bahan tekstil berkualitas
*    Hemat, karena bisa dicuci dan digunakan kembali. Bahkan, jika perawatannya bagus, dapat bertahan hingga dua tahun. Jadi kita tidak perlu lagi membuang uang untuk membeli pembalut sekali pakai
*    Mengurangi sampah. Jadi kita turut berpartisipasi dalam menjaga kelestarian bumi.
Memang sih, untuk investasi awal sangat berat mengingat harga pembalut ini terhitung mahal, bayangkan saja untuk produk lokal, paling mahal Rp.30.000/pads dan paling murah Rp 40.000/ kemasan isi 3 pasang. Paling tidak kita butuh 6 pads. Jadi kita butuh uang antara Rp 80.000 sampai Rp 180.000 untuk membelinya, tapi bisa 2 tahun. Jika dibanding dengan pambalut pasaran, sebulan kita mengalokasikan Rp.6000, dan selama 2 tahun (24 bulan) maka kita mengeluarkan uang Rp. 144.000. tapi kita juga menyumbang sampah, belum lagi resiko terganggunya organ reproduksi kita. Padahal biaya pengobatannya sangat mahal.
Apalagi yang kita tunggu, demi menjaga kesehatan organ reproduksi kita. Jangan menunggu sakit dulu. Lebih baik mencegah daripada mengobati kan. Berminat??? Penulis juga jual loh, bisa dilihat di FB M.Vidya Anggreyani di foto tepatnya folder “my bisnis”.

Makna Cinta

Makna Cinta
Mencintai seseorang bisa menyakitkan, juga bisa membahagiakan. Bisa jadi karena itu bukan arti cinta yang sebenarnya.
Antara cinta dan taat sangat tipis batasnya, karena itu cinta hanya pantas kita persembahkan pada ALLAH semata.
Cinta inilah yang melahirkan ketaatan, yang sudah sepantasnya kita berikan karena ALLAH menciptakan kita karena sayang.
Cinta adalah bentuk rasa bersyukur atas apa yang telah ALLAH berikan kepada kita. Dengan demikian, masihkan pantas kita memberikan cinta kepada selain-Nya?
Karena cinta kepada-Nya tidak menyakitkan, ataupun menyusahkan. Cinta kepada ALLAH akan mendatangkan kebahagiaan.
Rasulullah pernah bersabda, kelak kita akan berkumpul dengan apa yang kita cintai. Jangan pernah ragu untuk mencintai-Nya. Karena cintamu itu pasti berbalas.
Bisakah kau mencintai?
Saat cinta itu menyapa, apa yang harus kulakukan?
Aku mencintai ALLAH, karena rasa syukurku atas semua kasih sayangNya, cinta yang tanpa alasan, cinta yang tak terbatas dan pasti berbalas.
Aku cinta Muhammad Rasulullah sebagai bukti Cinta kepada ALLAH, karena cinta manusia mulia inilah yang membuat kita mampu mengenal ALLAH dengan benar.
Aku cinta para Shahabat Rasulullah karena Beliau pernah berkata mereka laksana bintang yang memandumu di kegelapan malam, maka pilihkan bintangmu.
Aku cinta Ema dan Bapa sebagai bentuk pelaksanaan birrul walidain, karena melalui cinta merekalah, Aku dididik mencintai ALLAH, Rasulullah dan Para Shahabat.
Aku cinta saudaraku dalam ikatan darah dan aqidah, karena ikatan aqidahlah yang paling kokoh. Selain itu wasiat dari Rasulullah salah satunya “Umat Islam ibarat satu tubuh”.
Itulah semua Cinta yang membuatku bahagia

Berbakti kepada Ayah Bunda

Berbakti Kepada Ayah Bunda
          Allah Yang Maha Kuasa telah menciptakan kita melalui pertemuan sel telur ibu dan sperma ayah. Selama Sembilan bulan lebih kita berada di rahim ibu untuk tumbuh dari satu sel menjadi organisme yg tersusun dari milyaran sel. Dengan susah payah pula, Ibu mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan kita. Ayah juga tidak mau kalah, siang malam, beliau mencari nafkah demi menghidupi orang2 yg dikasihinya. Tentu alangkah menyakitkan bagi mereka ketika menjelang kita dewasa, kita menolak perintahnya, membantahnya bahkan mempermalukannya.
Putri Indonesia 2009 Qory Sandioriva, Arumi Bachsin, ataupun Juwita Bahar adalah contoh dari selebritis yg pernah bermasalah dengan salah satu ataupun kedua orang tua mereka. Berita hubungan yg tidak harmonis ini sempat menjadi berita di tayangan infotainment tanah air. Kenapa ini bias terjadi? Padahal mereka adalah muslimah yang pasti sudah pernah mendengar hadist Rasulullah yang mengatakan “surge itu dibawah telapak kaki ibu”
          Paham kebebasan yg massif disebarkan di tengah masyarakat muslim ditenggarai sebagai salah satu sebab dari bentuk kedurhakaan anak kepada orang tua mereka. Selain itu pendidikan Aqidah dari orang tua yang kurang juga sebagai factor penguat, apalagi lingkungan yang semakin memperparah ketidakharmonisan ini.
          Setidakidealnya orang tua dlm pandangan kita, mereka tetap harus dihormati. Masih ingatkah kita bahwa Ridha Allah bergantung pada keridhaan orang tua dan murka Allah bergantung pada kemurkaan orang tua.  Selain itu ada dosa dosa yg paling besar diantara dosa besar yaitu, syirik kepada Allah, durhaka kepada orang tua, dan kesaksian palsu.
          Islam sebagai pandangan hidup yang sempurna, telah menjelaskan bagaimana sikap seorang anak kepada mereka. Mau jadi anak yang durkaha atau berbakti, semua ada kategorinya. Bentuk-bentuk dari durhaka kepada orang tua antara lain membuat mereka menangis, membangkang, tidak percaya pada mereka, mebentak, berkata kasar. Adapun bentuk-bentuk dari berbakti kepada mereka yang masih hidup antara lain bergaul dengan cara yang baik, berkata dengan lemah lembut, rendah diri, infaq kpd mereka, mendoakan, mencintai sepenuh hati, menjaga nama baik mereka, minta izin, berdiri ketika menyambut kedatangan mereka.
          Adapun bila mereka sudah dipanggil Allah, maka jangan lupa senantiasa mendoakan, menshalati, memintakan ampun, membayar hutang2 dan janji mereka, melaksanakan wasiat yang sesuai ajaran syariat dan menyambung tali silaturahmu denga teman mereka.
          Berbakti kepada orang tua adalah amalan yang mulia, selain itu merupakan salah satu sebab dosa2 diampuni. Barokahnya rizki, keridhaan Allah, dan sebab masuknya seseorang ke surga.
          Selamat menjadi remaja hebat yang cerdas, bertaqwa dan berbakti pada orang tua.

Sabtu, 29 Januari 2011

Bikin Perangkap Nyamuk

Nyamuk sering kali mengganggu kenyamanan kita di malam hari. Bias dibayangkan, tidur jadi ga nyenyak, harusnya focus ngerjein tugas atau belajar, eh malah sibuk ngindari tusukan nyamuk. Tusukan nyamuk memang sakit, gatel lagi. Mau pake obat nyamuk asap, bahaya kan bias mencemari paru-paru. Mau pake yang lotion, bahaya juga, bagaimanapun itu adalah insektisida. Terus gimana dong??
Berdasarkan informasi yang pernah saya dapatkan dari majalah, tapi majalahnya lupa. Kita bias bikin perangkap nyamuk.
Alat dan bahan:
Botol minuman 1,5 l. 50 gr gula pasir. 1 gr Ragi. Termometer. Gelas ukur. Pemotong. Kertas hitam. Selotip. 200 ml air panas.
Cara:
*   Potong botol menjadi 2 bagian, botol bagian atas lebih pendek.
*   Siapkan 200 ml air panas dan masukan gula pasir, lalu aduk hingga suhu menjadi 40 derajat.
*   Masukan ragi ke dalam botol yang berisi larutan air panas dan gula.
*   Bungkus botol plastik tersebut dengan kertas hitam
*   Taruh di tempat gelap
*   Jangan lupa setiap 2 minggu sekali, ganti cairan tersebut dengan yang baru.
Semoga bermanfaat.